Selasa, 26 September 2017

Fermentasi Alkohol

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

Nama : 
1. Ade Sri Wulandari 
2. Ainaya Luthfi Anindya
3. Chairani Widya Putri 
4. Rini Rahmayanti
5. Salsabilla Gita Cindani
6. Yuni Rahayu

Kelas : XII IPA 1

Kelompok : V

I.       Judul Percobaan : Fermentasi Alkohol

II.      Tujuan Percobaan : Mengetahui zat yang diperlukan dan dihasilkan dalam fermentasi alkohol

III.    Alat dan Bahan :
Alat  : 
1. Tabung Erlemeyer 500 ml 2 buah
2. Termometer
3. Selang
4. Cutter
5. Nampan
6. Spatula
7. Plastisin
                                                          
Bahan : 
1. Air
2. Gula Merah
3. Fermifan              
                  
IV.    Cara Kerja :
1.  Siapkan alat dan bahan.
2. Bagi plastisin besar menjadi 2 bagian,  gabungkan plastisin pertama dengan  selang panjang dan selang pendek serta  termometer untuk dimasukan dalam labu  erlemeyer pertama dan gabungkan  plastisin kedua dengan selang pendek dan  selang panjang dan dimasukan kedalam  labu erlemeyer kedua.
3. Rangkai alat menjadi perangkat percobaan  seperti di bawah ini:
4. Iris tipis gula merah sebanyak setengah  bagian dengan pisau.
5. Masukan gula merah tersebut kedalam  tabung erlemeyer yang ada  termometernya,  larutkan gula dalam air.
6. Tambahkan fermifan sebanyak setengah
     bungkus kemudian aduk hingga merata.
7. Lakukan pengamatan sebagai berikut: amati
    warna gula + fermifan, jumlah busa, suhu
    tabung, jumlah gelembung CO2, dan bau gula + fermifan.
8. Tutuplah tabung dengan plastisin sehingga  tidak ada udara yang masuk.
9.  Amati reaksi yang terjadi dan pengamatan  yang dilakukan pada langkah ke tujuh  dilakukan kembali.
10. Masukan data pengamatan kedalam tabel di    bawah ini.

V.       Lembar Pengamatan       :

VI.       Dokumentasi Percobaan :





VII.      Pertanyaan                      :
1.    Jelaskan pengertian fermentasi, dan jelaskan proses fermentasi alkohol dan asam laktat?
2.    Jelaskan fungsi fermifan dalam percobaan di atas?
3.    Mengapa terjadi busa di labu A?
4.    Mengapa terjadi kenaikan suhu pada labu A?
5.    Mengapa terjadi adanya gelembung pada labu B?
6.    Jelaskan zat yang diperlukan dan dihasilkan dalam fermentasi alkohol?
Jawaban Pertanyaan:
1.    Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobic (tanpa oksigen).
     Proses fermentasi alkohol, asam piruvat berubah menjadi etanol melalui 2 tahap reaksi yaitu,
·         Tahap 1, pembebasan CO2 dari asam piruvat yang kemudian diubah menjadi asetil delida.
·         Tahap 2, reaksi reduksi asetil delida oleh NADH menjadi etanol.
2.   Fungsi fermifan dalam percobaan ini adalah mempengaruhi cepat atau lamanya fermentasi.
3. Karena, terjadi reaksi antara gula dan fermifan. Hasil dari reaksi adalah pembentukan gelembung dari larutan fermifan. 
4. Karena, reaksi biokimia yang meningkat, sehingga meningkatkan energi kinetik dan terjadilah kenaikan suhu.  
5. Fermentasi di labu A menghasilkan CO2 sehingga CO2 yang dihasilkan masuk ke labu B melalui selang yang terhubung di antata labu A dan labu B dan labu B pun menghasilkan gelembung. 
6. Zat yang diperlukan adalah glukosa. Sedangkan zat yang dihasilkan berupa etanol, CO2 dan energi. 


VIII.    Kesimpulan:
Fermentasi adalah proses peragian atau proses penguraian makanan oleh mikroorganisme yang berlangsung dalam keadaan anaerob yang tidak memerlukan oksigen dari udara bebas ( dibuktikan dari percobaan, labu A dan labu B dilapisi dengan plastisin.  

Minggu, 17 September 2017

Enzim Katalase

LEMBAR KEGIATAN SISWA

Nama               :  1. Ade Sri Wulandari     
                             2. Ainaya Luthfi Anindya    
                             3. Chairani Widya Putri
                             4. Rini Rahmayanti               
                             5. Salsabilla Gita Cindani
                             6. Yuni Rahayu

Kelas                : XII IPA 1

1.     Judul Percobaan   : Enzim Katalase

2.     Tujuan Percobaan : Mengetahui faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase.

3.     Alat dan Bahan     :
a.    Alat               :
1.    Rak tabung reaksi
2.    Tabung reaksi
3.    Lampu spirtus
4.    Pipet tetes
5.    Gelas ukur
6.    Spatula
7.    Penjepit

b.    Bahan            :
1.    H2O2
2.    NaOH
3.    HCl
4.    Hati ayam
5.    Tusuk sate

4.     Cara Kerja           :
1.    Masukan potongan hati ayam yang telah dipotong kecil kedalam tabung reaksi pertama.
2.    Siapkan pada tabung reaksi ke 2 lain H2O2 sebanyak 2 ml, lalu masukan kedalam tabung reaksi pertama.
3.    Amati perubahan reaksi dengan melihat kecepatan reaksi (jumlah gelembung) dan perubahan nyala api (dengan memasukan bara api kedalam tabung reaksi pertama.
4.    Catat data hasil pengamatan kedalam tabel pengamatan.
5.    Lakukan cara yang sama pada langkah 1 untuk hati ayam pada suhu rendah.
6.    Lakukan cara yang sama pada langkah 1 untuk hati ayam pada suhu tinggi
7.    Lakukan cara yang sama pada langkah 1 untuk 2 buah hati ayam
8.    Lakukan cara yang sama pada langkah 1 untuk hati ayam pada pH rendah (HCl).
9.    Lakukan cara yang sama pada langkah 1 untuk hati ayam pada pH tinggi (NaOH).
10. Lakukan langkah 2, 3 dan 4 dengan cara yang sama untuk langkah 5, 6, 7, 8, dan 9


5.     Tabel Pengamatan :

6.     Dokumentasi Percobaan :








6.     Pertanyaan          :
1.    Pada tabung mana terbentuk gelembung gas yang paling banyak? Mengapa demikian
2.    Apakah yang berperan sebagai enzim pada percobaan ini?
3.    Tuliskan kerja enzim katalase pada percobaan ini?
4.    Tuliskan faktor apa sajakah yang mempengaruhi kerja enzim?
5.    Apa yang dapat kamu jelaskan tentang kandungan enzim katalase pada daun singkong?

7.     Jawaban Pertanyaan    :
     1.    Pada tabung yang berisi campuran Hati + H2O2, karena yang berperan sebagai       enzim penghasil O2 adalah H2O2, yang mana jika H2O2 semakin banyak maka O2      yang dihasilkan juga semakin banyak.
     2.    H2O2
     3.    Kerjanya adalah untuk menghasilkan O2
     4.    Suhu, pH, konsentrasi pH dan enzim.
     5.  Kandungan enzim katalase pada daun singkong kurang bekerja optimal karena, hanya menghasilkan bara api. 

8. Kesimpulan : 
      Percobaan enzim katalase yang kami lakukan ini dipengaruhi oleh suhu, pH, konsentrasi pH dan enzim. Semakin banyak enzim maka, semakin cepat reaksinya. Dengan pH yang tinggi akan lebih cepat bereaksi dibandingkan pH yang rendah. Suhu yang rendah akan lebih cepat bereaksi dibandingkan pada suhu tinggi.

Kamis, 03 Agustus 2017

Pertumbuhan Kacang Hijau

Lembar Kegiatan Siswa

Nama :
  • Ade Sri Wulandari
  • Ainaya Luthfi Anindya
  • Chairani Widya Putri
  • Rini Rahmayanti
  • Salsabilla Gita Cindani
  • Yuni Rahayu

Kelas : XII Ipa 1

Judul Percobaan
Pertumbuhan Kacang Hijau

Tujuan
Mengatur rata-rata pertumbuhan perhari pada percobaan kacang hijau berdasarkan media tanam di tanah dan di kapas.

Alat dan Bahan
Alat :
  1. Benang
  2. 9 Gelas plastik

Bahan : 
  1. Tanah kompos
  2. Kapas
  3. Air
  4. Kacang Hijau

Cara Kerja
  1. Siapkan enam gelas plastik dan beri tiga lubang kecil pada bagian bawah gelas.
  2. Lalu, masukkan tanah kompos ke dalam tiga gelas plastik dan masukkan kapas ke dalam tiga gelas plastik lainnya.
  3. Setelah itu siram secukupnya air ke masing-masing gelas.
  4. Kemudian, masukkan 5 biji kacang hijau kepada masing-masing gelas dan siram sedikit air.
  5. Beri tanda pada gelas plastik untuk membedakannya.
  6. Amati pertumbuhan kacang hijau selama seminggu. Jangan lupa beri sedikit air kepada kacang hijau yang menggunakan media tanam tanah kompos setiap hari selama seminggu.

Hasil Pengamatan

Tabel

  • Media Tanam Tanah Kompos

  • Media Tanam Kapas

Foto
  • Hari 1

  • Hari 2

  • Hari 3

  • Hari 4

  • Hari 5

  •  Hari 6

  • Hari 7

Video
 

Variabel
a. Variabel Bebas       : Media tanam (tanah kompos dan kapas)
b. Variabel Terikat     : Tinggi tanaman
c. Variabel Kontrol    : Intensitas cahaya, wadah, tanaman 

Grafik Pertumbuhan 

Kesimpulan
 Berdasarkan data percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa, rata – rata pertumbuhan pada percobaan media tanam kompos yang berjumlah 10 biji kacang hijau dalam waktu 7 hari memiliki rata - rata sebesar 25,47 mm. Sedangkan, rata – rata pertumbuhan pada percobaan media tanam kapas yang berjumlah 10 biji kacang hijau dalam waktu 7 hari memiliki rata - rata sebesar 21,27 mm.

Dari kesimpulan di atas, dapat diketahui bahwa kecepatan pertumbuhan tanaman kacang hijau pada media tanam tanah kompos yang paling cepat. Hal tersebut dapat terjadi karena, di dalam media tanam tanah kompos mengandung campuran bahan-bahan anorganik yang dapat mempercepat pertumbuhan kacang hijau dibandingkan media tanam kapas.